ARUSJABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp1,2 triliun untuk membantu operasional pendidikan hampir satu juta siswa. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan anggaran itu bersumber dari penerimaan daerah, termasuk pajak yang dibayarkan masyarakat.
Dedi menegaskan program pendidikan gratis tidak muncul tanpa biaya. Pemerintah tetap membutuhkan anggaran untuk membayar berbagai kebutuhan sekolah dan membantu siswa dari keluarga kurang mampu.
“Ini semua yang membiayai warga Jabar yang membayar pajak. Jadi gratis pendidikan di Jabar itu digratiskan oleh warga Jabar,” kata Dedi Mulyadi, Selasa, 22 September 2026.
Anggaran Rp1,2 triliun tersebut digunakan untuk mendukung operasional sekolah. Pembiayaan antara lain mencakup kebutuhan listrik dan air, pembangunan ruang kelas, hingga pembangunan sekolah baru. Alokasi itu berada di luar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sertifikasi guru.
Dedi mengatakan kontribusi pajak masyarakat dapat dirasakan langsung melalui berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.
Rp73 Miliar untuk Siswa di Sekolah Swasta
Pemprov Jabar juga mengalokasikan Rp73 miliar untuk 31.663 murid SMA dan SMK swasta melalui program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) pada 2026.



















