Menu ✖

Otomatis

Berita

Ganjal Aturan Calon PMI, Dedi Mulyadi Wajibkan Rekomendasi Disnaker dan Buat Desa Bahasa

badge-check

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Perbesar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

ARUSJABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah drastis untuk membendung arus keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengetatkan benteng perlindungan dengan mewajibkan setiap calon PMI mengantongi rekomendasi resmi dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten/kota sebelum melangkah ke negara tujuan.

Aturan ketat ini disasar langsung ke daerah-daerah yang selama ini memegang predikat kantong utama penyalur pekerja migran, seperti Indramayu, Karawang, dan Subang. Di wilayah-wilayah ini, praktik penempatan ilegal lewat jalur belakang acap kali memakan korban akibat iming-iming proses cepat tanpa perlindungan hukum.

Pemprov Jabar tak cuma memperketat pintu regulasi. Untuk menaikkan daya saing sekaligus mencegah eksploitasi di luar negeri, pemerintah daerah menyiapkan pembekalan kompetensi bahasa asing berbasis wilayah.

Mulai November 2026, Pemprov Jabar bakal meluncurkan program desa bahasa di empat desa per kecamatan. Program ini mencakup pelatihan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, hingga Arab dengan instruktur yang didatangkan langsung oleh pemerintah provinsi.

“Kami buat desa bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Nanti pengajar disiapkan dari Pemprov Jabar,” kata Dedi Mulyadi di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Jumat, 9 Oktober 2026.

Masalah kendala bahasa selama ini menjadi kerentanan fatal bagi para pekerja migran. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, mengungkapkan minimnya kemampuan komunikasi kerap memicu salah paham yang berujung pada pemutusan kerja sepihak hingga pemulangan prematur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keruk Rp477,3 Miliar di TEI 2026, Ekspor Kopi dan Cengkeh Jawa Barat Tembus Tiongkok hingga India

23 Okt 2026 - 11:09 WIB

Keruk Rp477,3 Miliar di TEI 2026, Ekspor Kopi dan Cengkeh Jawa Barat Tembus Tiongkok hingga India

​Gelar “Sapu Bersih” Karhutla Ciremai, Dedi Mulyadi Iming-imingi Warga Rp250 Ribu Plus Bonus

22 Okt 2026 - 14:21 WIB

​Gelar “Sapu Bersih” Karhutla Ciremai, Dedi Mulyadi Iming-imingi Warga Rp250 Ribu Plus Bonus

Santri Pasundan Gandeng Polda Jabar Tangkal Judi Online hingga Radikalisme ​

22 Okt 2026 - 11:32 WIB

Santri Pasundan Gandeng Polda Jabar Tangkal Judi Online hingga Radikalisme ​

Amuk ODGJ di Ciamis: Dua Polisi Dibacok, Pelaku Tewas Diamuk Massa ​

22 Okt 2026 - 05:29 WIB

Amuk ODGJ di Ciamis: Dua Polisi Dibacok, Pelaku Tewas Diamuk Massa ​

Krisis Air Bersih di Jawa Barat Meluas: 1,4 Juta Jiwa Terdampak, Bogor Paling Parah

20 Okt 2026 - 13:48 WIB

Krisis Air Bersih di Jawa Barat Meluas: 1,4 Juta Jiwa Terdampak, Bogor Paling Parah
Trending di Berita