ARUSJABAR.COM — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meninjau langsung lokasi kebakaran di kawasan Pasirbajing, Kabupaten Garut. Menyusuri areal terdampak mulai dari Pos 1 hingga Pos 3, Syakur mendengarkan langsung keluhan warga sekaligus memantau proses pemadaman api di lapangan.
​Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan skenario dua tahap untuk merespons musibah tersebut: penanganan darurat jangka pendek dan pembenahan tata kelola kawasan untuk jangka panjang. Langkah ini diambil guna menjawab kecemasan warga atas potensi kebakaran berulang.
​”Yang pertama adalah langkah jangka pendek. Kita akan meminta semua komponen untuk fokus pada pemadaman di lokasi. Kemudian, untuk jangka panjang, kita akan melakukan perbaikan secara keseluruhan, mulai dari lokasi, pengolahan, dan hal-hal lainnya,” kata Syakur di lokasi peninjauan.
​Darurat Pasokan Air dan Fokus Pemadaman
​Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mengendalikan titik api agar tidak terus meluas. Di lapangan, warga menyuarakan kebutuhan mendesak akan penambahan sarana air untuk mendukung kerja armada pemadam kebakaran.
​Syakur menyatakan aspirasi tersebut menjadi perhatian utama yang bakal segera dibahas bersama instansi teknis terkait. Ia memastikan komunikasi lintas sektor terus berjalan agar penanganan di lapangan tidak menemui hambatan berarti.
​Dorong Luruskan Isu dan Evaluasi Total
​Di tengah upaya pemadaman, Syakur juga menyoroti pentingnya meluruskan pemahaman publik mengenai keterkaitan antara insiden kebakaran dan aktivitas pembuangan sampah warga di kawasan tersebut. Ia menilai kedua persoalan ini harus dipilah secara jernih agar tidak memicu disinformasi atau kesalahpahaman di masyarakat.
​Adapun pembenahan tata kelola Pasirbajing secara menyeluruh baru akan dibahas secara khusus setelah Syakur kembali dari agenda perjalanan luar negeri. Pertemuan tersebut diproyeksikan bakal menghasilkan formula konkret perbaikan sistem pengelolaan kawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan. (Yuyus)

















