ARUSJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang membayangi DKI Jakarta dan Jawa Barat pada Senin, 28 September 2026. Ancaman ganda mengintai wilayah ini: hujan lebat disertai petir dan angin kencang di daratan, serta gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di perairan selatan.
Peringatan maritim berlaku penuh selama 24 jam, mulai Senin pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 29 September 2026. BMKG mendesak warga rawan bencana, nelayan, hingga operator transportasi laut bersiap mengantisipasi eskalasi bencana hidrometeorologi.
Pantauan Stasiun Klimatologi Jawa Barat menunjukkan cuaca pagi cenderung cerah berawan. Namun, menjelang siang, hujan ringan lokal mulai membasahi sebagian Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Garut. Memasuki siang hingga sore, intensitas presipitasi melonjak tajam hampir di seluruh wilayah Jawa Barat.
Wilayah berstatus siaga tinggi meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Bandung Raya, hingga Majalengka.
Sebaran hujan diprediksi meluas ke Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Kuningan, dan Ciamis. Hujan bertahan hingga malam hari sebelum menyusut pada dini hari. Suhu udara berkisar 16–35 °C dengan kelembapan 45–97 persen dan tiupan angin timur-tenggara hingga 38 km/jam.
Di sektor lautan, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok mencatat lonjakan kecepatan angin maksimum hingga 20 knot (37 km/jam) di Perairan Subang, Indramayu, Cirebon, Sukabumi, Cianjur, dan Garut.


















