Reaksi publik pun terbelah. Sebagian pihak mempertanyakan etika komunikasi petugas di ruang publik, namun mayoritas warganet justru pasang badan membela Tim SAR.
Banyak pengguna media sosial menilai kritik yang dilayangkan muncul akibat minimnya pemahaman masyarakat mengenai rumitnya teknis evakuasi kapal laut (salvage).
Proses pengangkatan bangkai kapal di laut dalam memerlukan kalkulasi matang, pemetaan risiko, serta ketergantungan tinggi pada faktor cuaca dan arus bawah laut.
Di berbagai negara dengan teknologi penyelamatan canggih sekalipun, operasi pengangkatan kapal karam memakan waktu berbulan-bulan hingga hitungan tahun, kerap kali dengan memotong struktur kapal menjadi beberapa bagian terlebih dahulu demi alasan keselamatan.
Sikap menyayangkan atas minimnya edukasi publik diutarakan oleh akun @nananoy93_. Ia menegaskan beratnya tugas para personel yang mempertaruhkan nyawa di tengah medan ekstrem.
”Tim SAR gabungan udah bantu satu persatu angkat Jenazah aja udah syukur Alhamdulillah loh kak. Mereka kerja siang malam demi misi kemanusiaan.. masih dibilang lelet,” tulis akun @nananoy93_.



















