Pembangunan kolam retensi baru dan situ buatan ini diproyeksikan menambah kapasitas tampungan air secara signifikan, khususnya di kawasan Bandung Timur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Meski demikian, Pemkot Bandung mengakui jumlah titik ideal yang dibutuhkan secara teknis masih dalam pemetaan mendalam.
Langkah percepatan infrastruktur ini terkendala keterbatasan anggaran daerah. Pada 2027, APBD murni Kota Bandung diperkirakan hanya mampu membiayai pembangunan maksimal satu kolam retensi. Guna menutup selisih kebutuhan infrastruktur di lapangan, pemkot kini menggalang dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Tahun depan, maksimal dengan APBD murni itu satu. Tetapi sekarang kita sedang berjuang mendapatkan perhatian pemerintah pusat mengenai persoalan ini,” kata Farhan. ***



















