”Dokter yang memeriksa menyatakan saya adalah pasien keenam yang berobat dengan gejala keracunan usai makan di tempat yang sama pada hari itu,” terangnya.
Iktikad baik manajemen restoran pun dipertanyakan. Korban pemilik akun @riaa.is_joy mengaku telah melayangkan protes langsung melalui saluran WhatsApp. Namun, respons yang diterimanya terkesan dingin dan sekadar formalitas.
”Tanggapan dari pihak restoran sangat minim, mereka hanya menyampaikan pernyataan ‘turut prihatin’ tanpa ada tanggung jawab lebih jauh,” keluhnya.
Restoran 88 Seoul sejatinya merupakan tenant kuliner anyar yang sedang naik daun di Mal 23 Paskal. Namun, minimnya tanggapan atas krisis kesehatan konsumen ini menyulut kemarahan warganet. Gelombang kecaman kini berlanjut ke platform Google Review yang mendadak dibanjiri ulasan negatif serta rating bintang satu dari publik.
Hingga laporan ini diturunkan, pihak manajemen 88 Seoul maupun pengelola Mal 23 Paskal Bandung belum memberikan klarifikasi terbuka, permohonan maaf, ataupun penjelasan terkait investigasi kelaikan pangan di restoran tersebut. ***


















