Herman juga menyoroti kebiasaan kultural masyarakat Jawa Barat yang sejak dulu memadukan latihan fisik dengan pembinaan rohani. “Di beberapa lingkungan masyarakat, pencak silat dan mengaji berjalan beriringan. Ini sangat baik karena membentuk generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter dan landasan spiritual yang kuat,” tegasnya.
Guna memastikan seni tradisi ini tetap relevan dan berkelanjutan, Pemprov Jabar berkomitmen mendukung upaya pelestarian budaya lokal sesuai alokasi sumber daya yang ada.
Namun, Herman menegaskan bahwa langkah pemerintah tidak akan maksimal tanpa sinergi lintas sektor. Kolaborasi erat antara pemerintah daerah, komunitas pencak silat, pegiat budaya, dan masyarakat luas menjadi kunci utama agar warisan leluhur tersebut tetap lestari dan mengakar kuat dari generasi ke generasi. (Yan AS)



















