Ketika sirine peringatan dini berbunyi atau tanda-tanda alam mulai menunjukkan bahaya, masyarakat yang terlatih tidak akan panik. Mereka tahu jalur evakuasi mana yang harus ditempuh, ke mana harus menyelamatkan diri, dan bagaimana melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas.
Hari Pengurangan Risiko Bencana setiap tanggal 13 Oktober harus menjadi pengingat bahwa keselamatan bukanlah anugerah yang datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras perencanaan, kedisiplinan mitigasi, dan solidaritas sosial.
Sudah saatnya Garut tidak hanya dikenal karena potensi bencananya yang lengkap, tetapi bertransformasi menjadi laboratorium ketangguhan bencana—di mana manusianya jauh lebih siap, siaga, dan tangguh menghadapi setiap amukan alam di tanah Priangan. ***
Penulis adalah Redaktur ArusJabar.com


















