”Mungkin terjadi tunda bayar, kan tidak ada masalah. Tunda bayar itu cermin bahwa pemerintah serius membelanjakan uangnya untuk kepentingan pembangunan. Pilih mana, pilih tunda bayar atau pilih pinjam ada bunganya?” tuturnya.
Di sisi lain, Dedi menepis anggapan bahwa ketatnya ruang fiskal Jawa Barat disebabkan oleh merosotnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut dia, biang kerok tersendatnya arus kas daerah adalah keterlambatan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Dedi mendesak pemerintah pusat untuk segera melunasi tunggakan DBH tersebut demi memulihkan kapasitas anggaran Jawa Barat pada tahun depan. “Mudah-mudahan tahun depan segera (dicairkan), sehingga anggaran kita bisa naik lagi,” ucap Dedi. ***



















