Petaka Gol Bunuh Diri dan Perjudian Tolic
Tempo permainan meninggi di paruh kedua. Tuan rumah nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-52 saat sepakan Harrison Sawyer menghantam tiang gawang Persib.
Petaka akhirnya datang pada menit ke-71. Kesalahan Fitrah mengantisipasi umpan silang berujung kemelut di muka gawang. Upaya Julio Cesar menghalau bola justru berbuah gol bunuh diri yang membuat Melbourne unggul 1-0.
Tertinggal di kandang lawan, pelatih Igor Tolic langsung mengambil langkah radikal. Pada menit ke-74, ia memasukkan Marc Klok dan Luka Menalo menggantikan Adam Alis serta Uilliam Barros. Dua menit berselang, Mariano Peralta turut disuntikkan untuk menambah daya gedor.
Ledakan Dua Gol di Ujung Laga
Perjudian Tolic terbukti ampuh. Masuknya Peralta membuat alur serangan Persib dari sektor sayap jauh lebih hidup dan menebar teror konstan bagi lini belakang tuan rumah.
Gelombang tekanan itu akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-85. Berawal dari kemelut di kotak penalti, Luka Menalo sigap menyambar bola liar untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Stadion AAMI Park kembali terdiam pada menit ke-90. Melalui sebuah skema serangan balik kilat, Peralta mengirimkan umpan matang mendatar yang langsung disambar Balsa Sekulic dengan sepakan akurat ke pojok gawang Duncan.
Keunggulan 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan tandang penuh keringat ini tak hanya membawa pulang tiga poin penuh, tetapi juga mengantar Persib melenggang mulus ke fase gugur di kancah Asia. ***
























