ARUSJABAR.COM — Sebanyak 27,63 juta liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah Jawa Barat hingga 21 September 2026. Air itu dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan yang kini telah menjangkau 688 desa dan kelurahan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 1.018.922 jiwa dari 307.295 kepala keluarga terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 247 kecamatan. Hampir seluruh kabupaten dan kota telah melaporkan dampak kekeringan, kecuali Kabupaten Kuningan.
Pranata Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan distribusi air masih dilakukan ke daerah yang membutuhkan. Rekapitulasi hingga 21 September pukul 15.00 WIB mencatat total air yang telah disalurkan mencapai sekitar 27,63 juta liter.
“Berdasarkan rekap BPBD Jabar per 21 September 2026 pukul 15.00 WIB, total distribusi air mencapai sekitar 27,63 juta liter,” ujar Hadi, Selasa, 22 September 2026.
Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan penyaluran air terbesar. Sebanyak 11.276.080 liter telah didistribusikan ke wilayah tersebut. Angka itu menyumbang sekitar 41 persen dari total distribusi air yang tercatat BPBD Jawa Barat.
Kabupaten Bogor berada di urutan berikutnya dengan distribusi 5.512.000 liter. Kemudian Kabupaten Ciamis 1.599.000 liter, Kabupaten Pangandaran 1.380.000 liter, dan Kota Tasikmalaya 1.226.000 liter.



















