Hadi mengatakan laporan kekeringan kini datang dari hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Data tersebut menunjukkan penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan di satu kawasan, melainkan tersebar di ratusan desa dan kelurahan.
“Kabupaten Kuningan belum mencatat adanya distribusi air karena belum terdapat laporan warga terdampak kekeringan dalam rekap BPBD Jabar tersebut,” kata Hadi.
Belum adanya laporan dari Kuningan tidak berarti wilayah tersebut bebas dari persoalan air. Dalam data BPBD hingga 21 September, kabupaten itu memang belum masuk daftar daerah terdampak maupun penerima distribusi air.
Kekeringan di Jawa Barat dengan demikian bukan hanya persoalan berkurangnya pasokan air. Data BPBD menunjukkan kebutuhan air bersih telah memicu operasi distribusi lintas wilayah dengan volume puluhan juta liter. Penanganan masih berjalan seiring meluasnya jumlah warga yang terdampak. ***



















