ARUSJABAR.COM — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mendorong seluruh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk memperkuat peran sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.
Herman menegaskan bahwa jajaran Asisten Ekbang tidak boleh sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan harus bekerja lebih substantif, cepat, terukur, dan berbasis data.
Pesan tegas tersebut disampaikan Herman saat memimpin Rapat Koordinasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan se-Jawa Barat di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (21/9/2026) sore.
Dalam arahannya, Herman menekankan bahwa pembangunan Jawa Barat tidak dapat dilakukan secara parsial atau dengan pola pikir egosentris (silo) yang memisahkan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Sebab, Jawa Barat merupakan agregasi dari 27 kabupaten/kota yang saling berkaitan.
“Jawa Barat adalah agregat. Kalau desa dan kelurahan istimewa, maka akan menghasilkan kecamatan yang istimewa. Kecamatan istimewa menghasilkan kabupaten dan kota yang istimewa. Kabupaten dan kota yang istimewa akan menjadi provinsi yang istimewa,” ujar Herman.
Ia mengingatkan pentingnya sinergi dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan, terlebih Gubernur memegang peran ganda sebagai kepala daerah sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah. Menurutnya, posisi Asisten Ekbang sangat strategis dalam membantu kepala daerah merumuskan serta mengoordinasikan kebijakan pembangunan ekonomi.



















