Dedi juga mengaitkan pengawasan tersebut dengan upaya menjaga iklim investasi di Jawa Barat. Perusahaan, kata dia, perlu memperoleh ruang untuk membuka kesempatan kerja secara transparan, sementara masyarakat mendapatkan akses melamar tanpa perantara.
Supian Suri menyambut positif pelaksanaan bursa kerja di wilayahnya. Menurut dia, keberadaan lowongan yang dekat dengan tempat tinggal memberikan keuntungan bagi pencari kerja karena mereka tidak harus mencari pekerjaan hingga ke luar daerah.
“Ayo semangat, lamar segera karena lokasinya dekat, masih di Depok. Bisa dekat dengan keluarga, banyak lowongan bisa dicek,” kata Supian.
Pemprov Jawa Barat menyatakan bursa kerja online akan terus digelar di berbagai kabupaten dan kota. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi pekerjaan sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah menekan angka pengangguran.
Bursa kerja digital juga menjadi sarana mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih terbuka. Dengan sistem berbasis aplikasi, pemerintah berharap proses pencarian lowongan dan pengajuan lamaran dapat berlangsung lebih cepat serta menjangkau masyarakat di lebih banyak daerah. (Yan AS)


















