Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular (RAN-ES) 2025–2045 memprioritaskan lima sektor utama: pangan, konstruksi, elektronik, tekstil, dan retail. Pemprov Jawa Barat memperluas jangkauan tersebut dengan menambahkan dua sektor unggulan lokal, yaitu kertas dan otomotif, yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Ancaman Krisis Sampah dan Iklim
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jawa Barat, Sumasna, menegaskan bahwa penanganan sampah makanan kini menjadi isu krusial yang mengancam daya tampung tempat pemrosesan akhir (TPA).
”Di urusan hilir, sampah yang masuk ke TPA itu ternyata 45 sampai 50 persen merupakan sampah makanan atau sisa makanan,” kata Sumasna.
Kondisi tersebut mempercepat krisis TPA Sarimukti yang melayani Bandung Raya dan kini hampir melebihi kapasitas operasionalnya. Tanpa pembenahan di tingkat hulu, gunungan sampah pangan tidak hanya melumpuhkan daya tampung TPA, tetapi juga memperburuk emisi gas rumah kaca. Secara global, FLW menyumbang 8–10 persen emisi gas rumah kaca serta menyia-siakan hampir 30 persen lahan pertanian dan air tawar.
Implementasi Program Flower diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan dieksekusi oleh GGGI. Bappeda Jawa Barat bertindak sebagai pemangku kepentingan utama sekaligus penerima manfaat. Tata kelola program akan diawasi oleh Komite Pengarah Proyek (Project Steering Committee) yang berkoordinasi langsung dengan Circular Economy Steering Group (CESG) lintas kementerian. (Yan AS)


















