Menu ✖

Otomatis

Berita

Tekan Sampah Pangan, Jawa Barat Jadi Percontohan Ekonomi Sirkular Nasional

badge-check

Jajaran pejabat Kementerian PPN/Bappenas, Pemprov Jawa Barat, dan GGGI berfoto bersama saat meresmikan Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi Sirkular serta Program FLOWER 2025–2045 di Kantor Bappeda Jabar, Bandung, Selasa (29/9/2026). Perbesar

Jajaran pejabat Kementerian PPN/Bappenas, Pemprov Jawa Barat, dan GGGI berfoto bersama saat meresmikan Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi Sirkular serta Program FLOWER 2025–2045 di Kantor Bappeda Jabar, Bandung, Selasa (29/9/2026).

​Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular (RAN-ES) 2025–2045 memprioritaskan lima sektor utama: pangan, konstruksi, elektronik, tekstil, dan retail. Pemprov Jawa Barat memperluas jangkauan tersebut dengan menambahkan dua sektor unggulan lokal, yaitu kertas dan otomotif, yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

​Ancaman Krisis Sampah dan Iklim

​Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jawa Barat, Sumasna, menegaskan bahwa penanganan sampah makanan kini menjadi isu krusial yang mengancam daya tampung tempat pemrosesan akhir (TPA).

​”Di urusan hilir, sampah yang masuk ke TPA itu ternyata 45 sampai 50 persen merupakan sampah makanan atau sisa makanan,” kata Sumasna.

​Kondisi tersebut mempercepat krisis TPA Sarimukti yang melayani Bandung Raya dan kini hampir melebihi kapasitas operasionalnya. Tanpa pembenahan di tingkat hulu, gunungan sampah pangan tidak hanya melumpuhkan daya tampung TPA, tetapi juga memperburuk emisi gas rumah kaca. Secara global, FLW menyumbang 8–10 persen emisi gas rumah kaca serta menyia-siakan hampir 30 persen lahan pertanian dan air tawar.

​Implementasi Program Flower diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan dieksekusi oleh GGGI. Bappeda Jawa Barat bertindak sebagai pemangku kepentingan utama sekaligus penerima manfaat. Tata kelola program akan diawasi oleh Komite Pengarah Proyek (Project Steering Committee) yang berkoordinasi langsung dengan Circular Economy Steering Group (CESG) lintas kementerian. (Yan AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Soroti Disparitas Pendidikan Keagamaan, Legislator PKB Oleh Soleh Raih Penghargaan dari FKDT Jawa Barat

23 Okt 2026 - 23:32 WIB

Soroti Disparitas Pendidikan Keagamaan, Legislator PKB Oleh Soleh Raih Penghargaan dari FKDT Jawa Barat

​Batal Utang Rp3,4 Triliun ke SMI, Dedi Mulyadi Pilih Tunda Bayar Proyek Infrastruktur Jabar

23 Okt 2026 - 23:12 WIB

​Batal Utang Rp3,4 Triliun ke SMI, Dedi Mulyadi Pilih Tunda Bayar Proyek Infrastruktur Jabar

Keruk Rp477,3 Miliar di TEI 2026, Ekspor Kopi dan Cengkeh Jawa Barat Tembus Tiongkok hingga India

23 Okt 2026 - 11:09 WIB

Keruk Rp477,3 Miliar di TEI 2026, Ekspor Kopi dan Cengkeh Jawa Barat Tembus Tiongkok hingga India

​Gelar “Sapu Bersih” Karhutla Ciremai, Dedi Mulyadi Iming-imingi Warga Rp250 Ribu Plus Bonus

22 Okt 2026 - 14:21 WIB

​Gelar “Sapu Bersih” Karhutla Ciremai, Dedi Mulyadi Iming-imingi Warga Rp250 Ribu Plus Bonus

Santri Pasundan Gandeng Polda Jabar Tangkal Judi Online hingga Radikalisme ​

22 Okt 2026 - 11:32 WIB

Santri Pasundan Gandeng Polda Jabar Tangkal Judi Online hingga Radikalisme ​
Trending di Berita