ARUSJABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi ditunjuk sebagai daerah percontohan (pilot project) penerapan program ekonomi sirkular tingkat daerah. Langkah ini ditandai dengan peluncuran Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi Sirkular dan Program Food Loss and Waste Reduction (Flower) 2025–2045 di Kantor Bappeda Jawa Barat, Bandung, Selasa, 29 September 2026.
Inisiatif tersebut diusung Pemprov Jawa Barat bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI). Program ini membidik pengurangan timbulan susut dan sampah pangan (food loss and waste/FLW) dari hulu hingga hilir.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Teguh Sambodo, mengapresiasi kesiapan Jawa Barat memelopori gerakan ini. Jawa Barat diharapkan menjadi acuan bagi wilayah lain di Indonesia.
”Kami mengapresiasi Provinsi Jawa Barat yang sudah bersedia menjadi pilot dan lighthouse bagi provinsi lain dalam mengembangkan serta menerapkan ekonomi sirkular,” ujar Teguh usai acara peluncuran.
Teguh menjelaskan, program Flower mengadopsi pendekatan foodshed yang menangani seluruh rantai nilai pangan, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi. Program regional yang didanai IKEA Foundation ini juga diterapkan di India, Meksiko, dan Uganda.
Penunjukan Jawa Barat didasari fakta empiris. Studi Bappenas tahun 2024 mencatat Jawa Barat menyumbang 47,79 persen dari total FLW tingkat provinsi di Indonesia. Khusus kawasan Bandung Raya, produksi sisa pangan mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Tingginya angka ini dipicu oleh status Bandung Raya sebagai metropolitan terbesar ketiga di Indonesia dengan 9,3 juta penduduk dan limpahan 7,7 juta wisatawan.


















