Menu ✖

Otomatis

Berita

Lompatan Rutilahu Jabar: Anggaran Melonjak 8 Kali Lipat, Target 49 Ribu Rumah Menunggu

badge-check

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman meninjau kawasan rumah bersubsidi di Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026). Perbesar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman meninjau kawasan rumah bersubsidi di Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026).

ARUSJABAR.COM — ​Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggeber program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun anggaran 2026. Alokasi perbaikan rumah rakyat di Pasundan melonjak tajam hampir delapan kali lipat—mencapai 49.299 unit dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar 6.367 unit.

​Kepastian lonjakan kuota ini dibeberkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau lokasi bedah rumah di Desa Gambarsari, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang. Program ini digadang-gadang bakal menjadi tulang punggung pengentasan kawasan pemukiman kumuh di Jawa Barat.

​”Warga Jabar yang istimewa, posisi terakhir Jabar mendapatkan 49.299 unit BSPS, dengan bantuan sebesar Rp20 juta per unitnya,” ujar Herman saat sosialisasi Kredit Program Perumahan, Senin, 5 Oktober 2026.

​Dampak lonjakan kuota ini langsung dirasakan daerah. Kabupaten Subang, misalnya, mencatat kenaikan alokasi drastis dari sebelumnya 225 unit menjadi 1.332 unit pada tahun ini. Penambahan kuota secara masif tersebut ditargetkan mampu memangkas angka backlog perumahan secara signifikan di tingkat akar rumput.

​Namun, lompatan target ini membawa tantangan berat terkait durasi eksekusi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa seluruh komitmen anggaran sudah tersedia dan siap dicairkan. Ia mendesak pemerintah daerah bergerak cepat tanpa kompromi untuk menghabiskan sisa waktu anggaran yang tinggal 2,5 bulan.

​Maruarar menggarisbawahi pentingnya akselerasi tanpa mengorbankan kualitas fisik bangunan. Jangan sampai alokasi dana stimulus mengendap hanya karena kelambatan birokrasi dan administrasi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Keruk Rp477,3 Miliar di TEI 2026, Ekspor Kopi dan Cengkeh Jawa Barat Tembus Tiongkok hingga India

23 Okt 2026 - 11:09 WIB

Keruk Rp477,3 Miliar di TEI 2026, Ekspor Kopi dan Cengkeh Jawa Barat Tembus Tiongkok hingga India

​Gelar “Sapu Bersih” Karhutla Ciremai, Dedi Mulyadi Iming-imingi Warga Rp250 Ribu Plus Bonus

22 Okt 2026 - 14:21 WIB

​Gelar “Sapu Bersih” Karhutla Ciremai, Dedi Mulyadi Iming-imingi Warga Rp250 Ribu Plus Bonus

Santri Pasundan Gandeng Polda Jabar Tangkal Judi Online hingga Radikalisme ​

22 Okt 2026 - 11:32 WIB

Santri Pasundan Gandeng Polda Jabar Tangkal Judi Online hingga Radikalisme ​

Amuk ODGJ di Ciamis: Dua Polisi Dibacok, Pelaku Tewas Diamuk Massa ​

22 Okt 2026 - 05:29 WIB

Amuk ODGJ di Ciamis: Dua Polisi Dibacok, Pelaku Tewas Diamuk Massa ​

Krisis Air Bersih di Jawa Barat Meluas: 1,4 Juta Jiwa Terdampak, Bogor Paling Parah

20 Okt 2026 - 13:48 WIB

Krisis Air Bersih di Jawa Barat Meluas: 1,4 Juta Jiwa Terdampak, Bogor Paling Parah
Trending di Berita