Saat ini, sejumlah maskapai tengah menuntaskan pengurusan izin terbang sebelum jadwal penerbangan resmi diluncurkan.
Dinamika ini menegaskan kontras antara dua bandara di Jawa Barat. Aktivitas penerbangan domestik tetap terkonsentrasi di Husein Sastranegara, sementara Bandara Kertajati belum menunjukkan tingkat okupansi penumpang yang sebanding. Lokasi Kertajati yang relatif jauh membuat pengguna jasa transportasi udara tetap memilih bertolak dari pusat Kota Bandung.
Ketergantungan publik pada Bandara Husein Sastranegara tecermin dari lonjakan trafik udara kawasan tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat jumlah penumpang penerbangan domestik komersial pada September 2026 menembus 18.093 orang. Angka ini melonjak tajam 63,22 persen dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat 11.085 orang.
Tingginya permintaan pasar dan lambatnya penetrasi Kertajati memperkuat posisi tawar Pemkot Bandung untuk terus mendesak pembukaan rute internasional. Bagi para pelaku bisnis dan investor, kenyataan bahwa Husein Sastranegara berada di dalam kota menjadi keunggulan komparatif yang tak bisa digantikan. ***




















