ARUSJABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat membunyikan alarm darurat. Wilayah Jawa Barat bagian selatan diprediksi digulung cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat, dan angin kencang hingga Rabu, 30 Oktober 2026.
Ancaman ini berpijak pada pembacaan dinamika atmosfer mutakhir. Suhu muka laut terpantau hangat dan terus memompa suplai uap air. Situasi tersebut kian menjadi-jadi akibat dorongan aktivitas gelombang atmosfer Equatorial Rossby (ER) serta Madden-Julian Oscillation (MJO), yang mendongkrak labilitas udara dari tingkat sedang hingga kuat di atas langit Tatar Pasundan.
Dapur Awan Konvektif dan Empat Zona Merah
Kombinasi faktor global dan regional ini memaksa awan konvektif tumbuh subur. Konsekuensinya, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat siap mengguyur kawasan selatan secara sporadis.
BMKG memetakan empat daerah yang masuk dalam zona merah dan paling rentan terdampak:
Kabupaten Garut
Kabupaten Pangandaran
Kabupaten Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya
Kondisi topografi Jabar selatan yang didominasi pegunungan, tebing curam, dan daerah aliran sungai membuat kawasan ini berdiri di atas risiko tinggi. BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi susulan, mulai dari genangan air, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang mengancam jalur vital dan permukiman warga.


















