ARUSJABAR.COM — Perekonomian Jawa Barat mencatatkan kinerja impresif pada triwulan III-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat ekonomi Tatar Pasundan tumbuh 5,89 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian ini melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,47 persen pada periode yang sama.
Penguatan ekonomi wilayah ini disokong penuh oleh tingginya belanja pemerintah serta lonjakan performa sektor pariwisata dan akomodasi. Di saat yang sama, sektor manufaktur dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah tetap mempertahankan tren positif.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengonfirmasi bahwa pengeluaran pemerintah menjadi mesin penggerak paling agresif selama periode penarikan data tersebut.
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 28,34 persen,” ujar Margaretha saat memaparkan Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Bandung, Kamis, 5 November 2026.
Belanja Pemerintah dan Pariwisata Jadi Mendorong Utama
Dari kacamata pengeluaran, belanja publik terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi lokal. Pertumbuhan signifikan pada Komponen PK-P sebesar 28,34 persen menjadi motor utama penyerapan anggaran publik.
Penguat pengeluaran lainnya ditopang oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)—sebagai cerminan investasi—yang tumbuh 8,85 persen. Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) turut menyumbang lonjakan sebesar 8,66 persen.


















