ARUSJABAR.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut memperketat pengawasan terhadap armada transportasi yang akan mengangkut kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran atas kondisi sejumlah kendaraan dinas yang dinilai belum sepenuhnya siap menempuh perjalanan jarak jauh.
Dengan jumlah kontingen mencapai 783 atlet dan ofisial, kebutuhan armada untuk ajang multicabang ini tergolong masif. Rute perjalanan yang membentang ke berbagai daerah seperti Bekasi, Depok, Bogor, Purwakarta, Karawang, hingga Pangandaran menuntut standar kelayakan kendaraan yang ketat demi menjamin keselamatan serta kebugaran para atlet.
Wakil Ketua KONI Kabupaten Garut, Abar, menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan perjalanan menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan agar kendaraan yang dikerahkan benar-benar dalam kondisi prima guna menghindari kendala teknis di tengah jalan.
“Kami mengharapkan kendaraan yang diberikan benar-benar dalam kondisi prima. Perjalanan ini bukan jarak dekat, sehingga jangan sampai kendaraan mengalami mogok atau kendala teknis di jalan. Hal itu tentu akan berdampak pada waktu, biaya, dan kondisi atlet,” ujar Abar, Senin, 26 Oktober 2026.
Armada Masih Minim, Soroti Kendaraan Tua
Berdasarkan pendataan terkini, armada yang telah merapat dan teridentifikasi baru berkisar 40 unit. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan riil kontingen yang memerlukan beragam jenis kendaraan, mulai dari minibus, bus, Toyota Hiace, hingga Isuzu Elf yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
KONI Garut menyoroti keberadaan sejumlah kendaraan berusia di bawah tahun 2013 yang diajukan untuk mendukung mobilitas kontingen. Kendaraan-kendaraan uzur ini dinilai memerlukan pemeriksaan menyeluruh sebelum dioperasikan untuk perjalanan antarkabupaten dengan intensitas tinggi.
























