ARUSJABAR.COM — Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama dua pekan, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sebanyak 2.000 personel diterjunkan ke jalanan bukan sekadar untuk memburu pelanggar, melainkan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Barat.
Operasi tahun ini mengedepankan pendekatan preventif, edukatif, dan humanis. Meski begitu, kepolisian memastikan tindakan hukum tetap berjalan memanfaatkan tilang elektronik (ETLE) serta sanksi teguran di tempat bagi pengendara nakal.
Wakil Kepala Polda Jawa Barat Brigadir Jenderal Rachmad Iswan Nusi menegaskan, tolok ukur keberhasilan operasi lalu lintas tidak lagi dilihat dari seberapa banyak surat tilang yang diterbitkan petugas.
”Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari kemampuan mencegah kecelakaan, menekan tingkat fatalitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Rachmad usai apel gelar pasukan di Bandung, Senin, 26 Oktober 2026.
Lima Instruksi Khusus Pasukan Lapangan
Guna memastikan operasi tak berujung pada tindakan sewenang-wenang, Rachmad menerbitkan lima instruksi khusus bagi seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Pertama, menjadikan keselamatan lalu lintas sebagai prioritas utama. Kedua, mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis. Ketiga, menegakkan hukum secara tegas tanpa tebang pilih. Keempat, memperketat koordinasi lintas instansi. Kelima, memperkuat pengawasan berjenjang terhadap anggota.





















