ARUSJABAR.COM — Pemerintah Kota Bandung memacu reaktivasi penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara demi memancing gelombang investasi baru. Di tengah lesunya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, aksesibilitas udara yang terhubung langsung ke jantung Kota Bandung dinilai menjadi faktor penentu penggerak roda ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, menegaskan keberadaan Husein Sastranegara vital bagi pergerakan dunia usaha. Integrasi bandara dengan jaringan transportasi publik kota diyakini mempercepat arus modal masuk.
“Harapannya, dengan dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara, hal ini turut memberikan dorongan terhadap investasi di Kota Bandung,” ujar Eric, Selasa, 3 November 2026.
Menurut dia, dampak ekonomi akan melonjak tajam bila rute mancanegara resmi dibuka kembali. “Dengan demikian, investasi di Kota Bandung secara khusus dan laju pertumbuhan ekonomi dapat kembali bergerak,” kata Eric.
Sinyal hijau penerbangan lintas negara ini dikonfirmasi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Pemkot memproyeksikan Singapura dan Malaysia sebagai dua destinasi awal penerbangan internasional dari Kota Kembang.
Kendati demikian, pembukaan rute komersial ini masih terbentur proses administratif di tingkat regulator. “Tapi sepertinya didahulukan Singapura dan Malaysia. Mudah-mudahan,” kata Farhan.




















