Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi kontingen Jawa Barat. Persaingan dalam MTQ Nasional bukan hanya soal capaian peringkat, tetapi juga kemampuan peserta menunjukkan penguasaan terhadap bidang yang diikuti sekaligus menjaga sikap selama kompetisi.
Kafilah Jawa Barat sebelumnya menjalani persiapan dan pembinaan secara intensif. Para peserta mendapat bimbingan dari sejumlah guru dan pembina yang disiapkan untuk meningkatkan kemampuan mereka sebelum tampil di Semarang.
Kontingen Jawa Barat optimistis dapat meraih hasil maksimal. Keikutsertaan di seluruh cabang perlombaan membuka peluang bagi Jawa Barat untuk mengumpulkan prestasi dari berbagai disiplin, mulai dari kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an hingga pemahaman tafsir, seni kaligrafi, serta karya ilmiah.
MTQ Nasional XXXI 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban.” Tema tersebut membawa empat pesan utama. Pertama, membumikan nilai Al-Qur’an melalui tindakan nyata. Kedua, memperkuat harmoni sosial. Ketiga, meneguhkan semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat, menghadirkan nilai universal Al-Qur’an dalam pembangunan peradaban global.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Jawa Barat menargetkan kafilahnya tidak sekadar menjadi peserta. Mereka diharapkan mampu bersaing di setiap cabang dan membawa pulang prestasi terbaik.
Bagi pemerintah daerah, kenaikan apresiasi menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan para peserta. Bagi kafilah, target tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk membuktikan hasil pembinaan di tingkat nasional.
Kompetisi di Semarang pun menjadi ujian bagi 56 peserta Jawa Barat. Bukan hanya untuk mengejar gelar juara, tetapi juga membuktikan bahwa prestasi dan nilai Al-Qur’an dapat berjalan beriringan. (Yan AS)


















