Namun, alih-alih menyambut bantuan tersebut, korban tampak linglung dan bergeming di tempatnya. Ia diduga kuat mengalami syok dan trauma psikologis mendalam akibat pengkhianatan kilat yang menimpanya.
Hingga berita ini ditulis, identitas lengkap korban masih misterius. Pihak kepolisian setempat juga belum memberikan keterangan resmi terkait laporan maupun upaya perburuan terhadap terduga pelaku.
Kasus ini menambah daftar panjang celah keamanan dalam kencan daring (online dating). Praktisi kejahatan siber kerap memanfaatkan modus pengelabuan emosional untuk menjerat korban sebelum melancarkan aksi kriminalitas di dunia nyata.
Keluarga dan masyarakat luas diimbau untuk lebih mengetatkan proteksi diri, menghindari pertemuan langsung dengan orang asing di tempat terisolasi, serta senantiasa membagikan informasi lokasi terkini kepada kerabat demi mencegah terulangnya insidem serupa. ***






















