ARUSJABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Garut menggembleng 270 calon kepala sekolah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk membenahi tata kelola serta menaikkan standar mutu pendidikan daerah. Ratusan bakal calon kepala sekolah tersebut mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) 2026.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas para peserta di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Sabtu, 17 Oktober 2026. Selama sepuluh hari, 17–26 Oktober 2026, mereka menjalani pelatihan intensif di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Kota Bandung.
Syakur menegaskan, pembenahan kualitas pendidikan tidak bisa dikerjakan setengah-setengah. Ia meminta para calon pemimpin sekolah fokus menyelesaikan delapan standar penjaminan mutu pendidikan.
”Kita harus mendorong pendidikan itu bagus, dan banyak faktor yang memengaruhinya. Yang utama adalah penjaminan mutu. Ada delapan aspek yang harus kita garap semuanya,” kata Syakur saat memberi arahan kepada peserta.
Ia menggarisbawahi bahwa kepala sekolah merupakan kunci utama perubahan di lapangan. Selain memahami indikator mutu, mereka dituntut menghadirkan tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabel, serta membina tenaga pendidik secara berkelanjutan.
“Saya tahu, salah satu kuncinya adalah masalah tata kelola. Siapa penggeraknya? Ya, Bapak dan Ibu sekalian. Yang tidak kalah penting adalah pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan,” ujar Syakur.
























