ARUSJABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerukan perombakan total pola pikir masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga. Langkah ini ditempuh demi melepaskan Jawa Barat dari predikat pelandas utama kasus pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) di Indonesia.
Pesan tersebut mengemuka dalam puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) FinExpo 2026 yang dihelat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Trans Studio Mall, Bandung. Gubernur yang akrab disapa KDM itu menyoroti budaya konsumtif masyarakat yang kerap terjebak demi menjaga gengsi sosial semu.
”Pesan saya kepada seluruh warga Jabar, agar Jabar tidak lagi menjadi ranking pertama pinjol dan judol di Indonesia,” ujar Dedi, Kamis (29/10/2026).
Dedi membeberkan realitas lapangan yang ditemuinya saat kunjungan kerja ke Majalengka. Ia mendapati warga yang nekat berutang demi menggelar pesta pernikahan mewah.
Budaya mempertahankan prestise ini dinilai sebagai akar rapuhnya ketahanan finansial rumah tangga di tataran akar rumput.
”Saya tanya modal nikahnya dari mana, dijawab pinjam ke bank Rp25 juta. Anaknya yang menikah dan bahagia, besok bapaknya yang pusing menyicil utang. Rantai utang ini bisa terus berlanjut ke biaya melahirkan hingga syukuran kelahiran,” ungkap Dedi.


















