ARUSJABAR.COM — Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berencana menggelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI 2026 secara serentak di 101 titik lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia pada 27 September 2026 mendatang. Selain disiapkan sebagai ajang pembinaan atlet daerah, perhelatan skala nasional ini secara khusus ditargetkan mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pelaksanaan turnamen dipastikan melibatkan kolaborasi antara personel TNI, Polri, serta elemen masyarakat umum. Seluruh rangkaian pertandingan dipastikan bakal menginduk pada standar resmi event Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO) dengan menerapkan aturan pertandingan ketat, Law of Domino 101.

Ketua Pengurus Cabang ORADO Kabupaten Garut, Asep Rahmat, menyatakan bahwa tahapan sosialisasi mengenai perhelatan besar ini mulai digencarkan secara masif sejak 12 September 2026. Sementara itu, proses pendaftaran peserta dibuka secara daring selama dua pekan, yakni mulai 10 hingga 24 September 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda technical meeting pada 25 September 2026.
“Pelaksanaan pertandingan akan digelar pada 27 September 2026 mulai pukul 08.30 WIB sampai selesai,” kata Asep Rahmat saat memberikan keterangan resmi mengenai kesiapan panitia lokal, Sabtu, 12 September 2026.
Guna menjaga keterwakilan unsur serta keabsahan standar pertandingan, panitia penyelenggara lokal di Garut menetapkan target kuota minimum peserta. Pihaknya membidik keterlibatan sedikitnya 34 pasangan peserta yang mewakili unsur TNI dan Polri, serta minimal 30 pasangan peserta yang berasal dari kelompok masyarakat umum.
Asep menggarisbawahi bahwa pemenuhan jumlah peserta menjadi salah satu ketentuan paling krusial dalam mekanisme pelaksanaan turnamen serentak ini. Syarat tersebut diberlakukan ketat oleh panitia pusat guna menjamin kepatuhan terhadap parameter kualifikasi rekor MURI. Apabila akumulasi jumlah peserta di suatu titik lokasi berada di bawah ambang batas minimum yang telah ditentukan, maka pertandingan di lokasi tersebut bakal dinyatakan batal secara otomatis.
“Kalau bisa mencapai 128 peserta atau dua kali dari target minimum, tentunya akan lebih baik,” ujar Asep menegaskan harapannya agar partisipasi warga Garut melampaui batas kuota dasar.
Untuk dapat berpartisipasi dalam kejuaraan ini, seluruh calon peserta diwajibkan melalui prosedur administrasi yang baku. Setiap peserta terlebih dahulu diharuskan mendaftarkan diri secara resmi sebagai anggota atau atlet melalui portal web daring PB ORADO.
Guna mempermudah alur birokrasi dan pendaftaran teknis di lapangan, Pengcab ORADO Kabupaten Garut menjalin kerja sama erat dengan jajaran Kodim 0611/Garut untuk membuka layanan pendampingan pendaftaran bagi masyarakat sipil maupun anggota TNI-Polri setempat.
Langkah kolaboratif ini tidak hanya dimaksudkan untuk memperlancar proses administrasi peserta, melainkan juga untuk mempererat kebersamaan antara aparat keamanan dan warga melalui sarana olahraga rekreasi yang populer di tengah masyarakat.
Di luar target pemecahan rekor, perhelatan Turnamen Domino Piala Panglima TNI 2026 diproyeksikan menjadi momentum strategis dalam memperkuat struktur pembinaan olahraga domino yang terorganisasi secara profesional di tingkat daerah. Pengcab ORADO Garut optimistis kegiatan ini mampu menjaring potensi atlet-atlet lokal baru yang siap dibina untuk ajang tingkat nasional.
Asep pun mengimbau segenap elemen masyarakat, khususnya para pencinta dan komunitas olahraga domino di Kabupaten Garut, untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Kami berharap masyarakat, khususnya para penggemar olahraga domino di Kabupaten Garut, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berpartisipasi sekaligus menyukseskan Turnamen Domino Piala Panglima TNI 2026,” tutur Asep mengakhiri keterangannya. (Yuyus)




















