ARUSJABAR.COM — Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut mulai mengencangkan sabuk pengaman menyongsong agenda politik mendatang. Partai berlambang ka’bah ini mengawali konsolidasi beruntunnya melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Daerah Pemilihan 1 di Pesantren Salafiyah Miftahutthoriq, Tarogong Kaler, Sabtu, 12 September 2026.
Langkah mengumpulkan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga ranting dari lima kecamatan ini menjadi sinyal kuat: PPP Garut enggan kehilangan momentum. Konsolidasi di akar rumput dipatok sebagai benteng pertahanan untuk mengamankan perolehan suara lama, sekaligus batu pijakan untuk menambah porsi kursi pada Pemilu 2029.
Ketua DPC PPP Kabupaten Garut, Ayi Suryana, menilai kesigapan struktur bawah dalam Musancab Dapil 1 menjadi suntikan bahan bakar baru bagi kerja-kerja organisasi ke depan.
“Alhamdulillah kita dapat menggelar Musancab di Dapil 1. Kita melihat kesigapan dan kekompakan PAC serta ranting. Ini akan menumbuhkan energi positif untuk DPC PPP ke depan,” kata Ayi.
Pilihan menggelar forum politik di lingkungan pesantren juga menegaskan arah angin strategi baru PPP Garut. Partai ini secara terbuka berupaya merajut kembali relasi historisnya dengan kalangan ulama dan santri—basis tradisional yang kerap tergerus dalam beberapa siklus pemilu terakhir.
Anggota DPRD Jawa Barat dari F-PPP, Aten Munajat, menyebut langkah ini sebagai momen pengembalian jati diri partai.
“PPP kembali lagi ke rahim pesantren,” ujar Aten. Menurutnya, militansi kader di Garut harus dijaga agar bisa menular ke daerah lain.























