Menu ✖

Otomatis

Daerah

Siswi SDIT Al-Furqan Garut Juara I Pasanggiri Jaipong Antar Pelajar Jawa Barat

badge-check

Fazila Mahveen Humaira, siswi kelas III SDIT Al-Furqan Pasundan, Kabupaten Garut. Perbesar

Fazila Mahveen Humaira, siswi kelas III SDIT Al-Furqan Pasundan, Kabupaten Garut.

Jaipong merupakan salah satu kesenian tari yang berkembang kuat di Jawa Barat. Di tengah perubahan selera dan perkembangan budaya populer, keberadaan pelajar yang masih mempelajari dan menampilkan tari tradisional menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kesenian daerah.

Fazila diketahui aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan seni. Ia telah tampil dalam sejumlah kegiatan di tingkat Kabupaten Garut maupun Jawa Barat. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mengasah kemampuan sekaligus membangun kecintaannya terhadap seni budaya daerah.

Gelar juara yang diraih dalam Festival Seni Budaya Garut Terbuka 2026 juga memperlihatkan bahwa kompetisi seni dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat sejak dini. Panggung perlombaan tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar prestasi, tetapi juga mempertemukan generasi muda dengan beragam bentuk kesenian daerah.

Festival Seni Budaya Garut Terbuka 2026 menjadi salah satu wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang seni. Kegiatan itu sekaligus membuka ruang bagi kesenian Jawa Barat untuk ditampilkan kepada masyarakat.

Bagi Fazila, keberhasilan tersebut menambah daftar pengalaman dalam perjalanan mengembangkan bakat seninya. Bagi Garut, prestasi itu menjadi kabar baik dari dunia pendidikan dan kebudayaan.

Pengembangan bakat seni di kalangan pelajar juga membutuhkan dukungan berkelanjutan. Sekolah, keluarga, komunitas seni, dan pemerintah daerah memiliki ruang masing-masing untuk menciptakan kesempatan bagi anak-anak mengenal, mempelajari, dan menampilkan kesenian tradisional.

Prestasi Fazila diharapkan dapat mendorong pelajar lain di Kabupaten Garut untuk mengembangkan kemampuan mereka, termasuk di bidang seni dan budaya. Dengan semakin banyak generasi muda yang terlibat, kesenian tradisional memiliki peluang untuk tetap dikenal dan berkembang di tengah perubahan zaman. (Yuyus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Petaka Makan Gratis di Cisarua: Dapur BGN Ditutup, 103 Siswa SMP Sampai Masuk Rumah Sakit ​

21 Okt 2026 - 23:11 WIB

Petaka Makan Gratis di Cisarua: Dapur BGN Ditutup, 103 Siswa SMP Sampai Masuk Rumah Sakit ​

GIPS Ungkap Dokumen Pembiayaan Bupati Garut ke Jepang, Desak Pemerintah Buka Hasil Kunjungan

21 Okt 2026 - 10:41 WIB

GIPS Ungkap Dokumen Pembiayaan Bupati Garut ke Jepang, Desak Pemerintah Buka Hasil Kunjungan

Seleksi Pimpinan Baznas Garut Menggantung di Pusat, Opsi Perpanjangan Pengurus Lama Disiapkan

20 Okt 2026 - 14:37 WIB

Seleksi Pimpinan Baznas Garut Menggantung di Pusat, Opsi Perpanjangan Pengurus Lama Disiapkan

Menahan Ledakan Populasi Senja, Jurus Inklusi ‘Aisyiyah Garut dari Tingkat Desa

20 Okt 2026 - 12:48 WIB

Menahan Ledakan Populasi Senja, Jurus Inklusi ‘Aisyiyah Garut dari Tingkat Desa

​Apresiasi Dedikasi Nasabah, PNM Cabang Garut Beri Reward Umrah Gratis

19 Okt 2026 - 22:12 WIB

​Apresiasi Dedikasi Nasabah, PNM Cabang Garut Beri Reward Umrah Gratis
Trending di Daerah