Menu ✖

Otomatis

Daerah

Petaka Logistik Becak Listrik Presiden Prabowo Subianto di Garut

badge-check

Di antara dari ratusan penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Garut. Perbesar

Di antara dari ratusan penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Garut.

ARUSJABAR.COM — Insiden kecelakaan di Tanjakan Cilimus, Jalan Raya Bayongbong, Selasa, 29 September 2026, membongkar celah logistik penyaluran bantuan becak listrik Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Garut. Tanpa sokongan anggaran transportasi, para koordinator lapangan terpaksa memutar otak agar bantuan tak berujung musibah di jalanan.

​Panitia penyelenggara merespons insiden tersebut dengan mewajibkan penggunaan mobil angkut untuk distribusi ke wilayah berjarak jauh. Penanggung jawab kegiatan sekaligus Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, Ade Rijal, meminta distribusi manual dengan cara dikayuh langsung dari Pendopo Garut Kota dihentikan untuk kawasan rawan.

​Instruksi pengangkutan darat ini menyasar kecamatan dengan jarak tempuh jauh dan topografi ekstrem, seperti Bayongbong, Cikajang, Malangbong, dan Limbangan. “Saya sudah mengatakan kepada masing-masing koordinator dari kecamatan terjauh di Garut Kota agar menyewa mobil untuk membawa becak tersebut demi keselamatan,” ujar Ade, Rabu, 30 September 2026.

Meski menginstruksikan penggunaan armada pengangkut, panitia tidak menyediakan alokasi dana penyewaan mobil. Kebijakan ini melempar beban finansial dan risiko operasional kepada para koordinator di lapangan. Mereka dituntut menjamin keselamatan barang dan penerima manfaat tanpa dukungan dana logistik yang memadai.

​Program becak listrik merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk modernisasi dan peningkatan kesejahteraan pengayuh becak tradisional. Di sejumlah daerah seperti Cirebon, Malang, dan Cilacap, penyaluran berjalan relatif lancar melalui sistem distribusi terpusat. Namun, kondisi geografis Garut yang didominasi perbukitan curam dan jalur rawan menghadirkan tantangan tersendiri.

​Kecelakaan di Tanjakan Cilimus menjadi sinyal keras rentannya perencanaan distribusi di daerah bertopografi sulit. Tanpa evaluasi mekanisme penyaluran dan dukungan anggaran transportasi yang realistis, program bantuan sosial ini berisiko membebani penerima manfaat di kawasan terpencil. (Yuyus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Petaka Makan Gratis di Cisarua: Dapur BGN Ditutup, 103 Siswa SMP Sampai Masuk Rumah Sakit ​

21 Okt 2026 - 23:11 WIB

Petaka Makan Gratis di Cisarua: Dapur BGN Ditutup, 103 Siswa SMP Sampai Masuk Rumah Sakit ​

GIPS Ungkap Dokumen Pembiayaan Bupati Garut ke Jepang, Desak Pemerintah Buka Hasil Kunjungan

21 Okt 2026 - 10:41 WIB

GIPS Ungkap Dokumen Pembiayaan Bupati Garut ke Jepang, Desak Pemerintah Buka Hasil Kunjungan

Seleksi Pimpinan Baznas Garut Menggantung di Pusat, Opsi Perpanjangan Pengurus Lama Disiapkan

20 Okt 2026 - 14:37 WIB

Seleksi Pimpinan Baznas Garut Menggantung di Pusat, Opsi Perpanjangan Pengurus Lama Disiapkan

Menahan Ledakan Populasi Senja, Jurus Inklusi ‘Aisyiyah Garut dari Tingkat Desa

20 Okt 2026 - 12:48 WIB

Menahan Ledakan Populasi Senja, Jurus Inklusi ‘Aisyiyah Garut dari Tingkat Desa

​Apresiasi Dedikasi Nasabah, PNM Cabang Garut Beri Reward Umrah Gratis

19 Okt 2026 - 22:12 WIB

​Apresiasi Dedikasi Nasabah, PNM Cabang Garut Beri Reward Umrah Gratis
Trending di Daerah