Meski begitu, ia menyoroti indeks kualitas udara di Indonesia yang dinilai cukup mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak polusi dan potensi kebakaran terhadap performa pemain di lapangan.
“Kondisi cuaca di sini lebih baik dibanding Vietnam. Namun, satu-satunya hal yang menjadi perhatian adalah kualitas udara di Indonesia. Kami tahu ada banyak kebakaran dan masalah terkait hal tersebut. Angkanya hari ini mencatatkan sekitar 175. Kami berharap angkanya turun agar kedua tim bisa menyajikan pertandingan yang bagus,” tutur Savarese.
Teror Bobotoh dan Ujian Konsistensi
Selain polusi, gemuruh tribune Si Jalak Harupat dipastikan menjadi ujian mental berikutnya bagi klub asal Australia tersebut. Nada senada sebelumnya diutarakan bek Melbourne Victory, Tom Lockyer, yang menilai bermain di markas Persib merupakan pengalaman penuh tantangan.
Savarese menyambut hangat potensi stadion yang dipadati Bobotoh. Ia menegaskan anak asuhnya tidak gentar dan justru bertekad memanfaatkan atmosfer riuh tersebut untuk tampil maksimal.
Bagi Persib Bandung, dukungan penuh publik sendiri menjadi modal berharga untuk mengamankan posisi puncak. Sedangkan bagi Melbourne Victory, laga di Bandung ini menjadi panggung pembuktian kapasitas mereka di kancah antarklub Asia. ***






















