Polres Garut membaca tren bahwa penindakan represif semata kerap memicu resistensi warga. Dengan meminjam sarana transportasi publik yang akrab di ruang keseharian Garut, kepolisian berusaha menggeser paradigma patroli dari kesannya yang mengintimidasi menjadi dialogis.
Langkah kepolisian Garut ini menjadi eksperimen menarik dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya. Selain mengusung semangat ramah lingkungan dengan memanfaatkan hibah becak listrik presiden, strategi ini menguji seberapa jauh edukasi persuasif mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas di kawasan perkotaan Garut.
Pemanfaatan transportasi berbasis baterai dalam kegiatan lapangan ini juga selaras dengan komitmen transformasi Polri yang Presisi—inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tetap mengakar pada pendekatan humanis. Kepolisian berharap kultur tertib berlalu lintas di Garut tumbuh dari kesadaran bersama, bukan sekadar rasa takut pada bayang-bayang sanksi tilang. ***























