Menu ✖

Otomatis

Daerah

Sentilan Dedi Mulyadi dari Gubuk Lapuk Tasikmalaya: RT dan Lurah Jangan Cuma Duduk Manis

badge-check

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat meninjau kediaman Nana Kustaman di Kota Tasikmalaya. Perbesar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat meninjau kediaman Nana Kustaman di Kota Tasikmalaya.

ARUSJABAR.COM — Peninjauan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke gubuk lapuk milik Nana Kustaman (74) di Kampung Sindanghayu, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu, 31 Oktober 2026, berubah menjadi ajang sentilan keras bagi jajaran birokrasi bawah. Dedi menyoroti tumpulnya radar aparatur RT, RW, hingga kelurahan yang luput mendeteksi kemiskinan ekstrem di wilayahnya sendiri.

​Mengenakan pakaian khasnya, kedatangan Dedi sekitar pukul 14.12 WIB langsung menyedot antusiasme ratusan warga yang memadati gang sempit permukiman tersebut. Namun, di balik kerumunan warga dan pemandangan gubuk kayu Nana yang nyaris roboh, Dedi blak-blakan menumpahkan kekecewaannya atas kinerja pengawasan aparat terdepan.

​Ia menegaskan, temuan lansia yang hidup merana bersama cucunya yang sedang sakit ini membuktikan masih lemahnya fungsi deteksi dini birokrasi lokal. Masalah sosial mendasar seperti yang dialami Nana, kata Dedi, justru kerap baru terbongkar setelah viral atau disorot media massa.

​”Ini yang saya maksud kenapa saya sering masuk ke gang dan keliling. Di tempat kita ini banyak masalah yang ternyata tidak bisa ditemukan oleh pemerintahan di tingkat bawah. Faktanya, pada level RT, RW, hingga kelurahan, masalah seperti ini tidak diketahui sebelumnya,” ujar Dedi di lokasi kejadian.

​Sentilan tersebut diikuti instruksi tegas. Dedi meminta para bupati dan wali kota se-Jawa Barat untuk memaksa para lurah dan kepala desa keluar dari kenyamanan meja kerja. Menurutnya, pemantauan kondisi warga harus dilakukan dengan turun langsung ke lapangan setiap hari, bukan sekadar menunggu laporan di atas kertas.

​”Ini koreksi juga bagi saya sebagai gubernur. Nanti saya minta bupati dan wali kota agar para kepala kelurahan itu setiap hari wajib keliling ke rumah warga,” kata Dedi menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ribuan Pohon Teh Pangalengan Ditebang, Empat Generasi Buruh Terancam Kehilangan Nafkah ​

1 Nov 2026 - 11:10 WIB

Ribuan Pohon Teh Pangalengan Ditebang, Empat Generasi Buruh Terancam Kehilangan Nafkah ​

Ujian Independensi Bupati Garut dalam Mengisi Pos Strategis Birokrasi

30 Okt 2026 - 11:27 WIB

Ujian Independensi Bupati Garut dalam Mengisi Pos Strategis Birokrasi

Berhemat Miliaran dan Pangkas Kecurangan, Sumedang Uji Coba Pilkades “Tinggal Toel” ​

28 Okt 2026 - 08:11 WIB

Berhemat Miliaran dan Pangkas Kecurangan, Sumedang Uji Coba Pilkades “Tinggal Toel” ​

​Kunci Mobil Jadi Mainan, Balita di Tasikmalaya Terjebak di Dalam Daihatsu Sigra

26 Okt 2026 - 11:33 WIB

​Kunci Mobil Jadi Mainan, Balita di Tasikmalaya Terjebak di Dalam Daihatsu Sigra

Petaka Makan Gratis di Cisarua: Dapur BGN Ditutup, 103 Siswa SMP Sampai Masuk Rumah Sakit ​

21 Okt 2026 - 23:11 WIB

Petaka Makan Gratis di Cisarua: Dapur BGN Ditutup, 103 Siswa SMP Sampai Masuk Rumah Sakit ​
Trending di Daerah