ARUSJABAR.COM — Kematian Salsabila Rizkia usai menjalani perawatan di RSUD dr. Slamet Garut memicu gelombang kritik terhadap buruknya mutu pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Lembaga swadaya masyarakat Garut Indeks Perubahan Strategis (GIPS) mengawal aduan keluarga korban ke Komisi IV DPRD Garut dan mendesak pemerintah daerah segera menggelar evaluasi total terhadap manajemen rumah sakit pelat merah itu.
Aduan keluarga Salsabila dinilai bukan sekadar kasus tunggal, melainkan sinyal kuat atas rapuhnya tata kelola dan pengawasan medis daerah. GIPS menegaskan kehadiran masyarakat sipil penting agar kasus penanganan pasien di fasilitas kesehatan pemerintah tidak terus berulang tanpa penyelesaian sistemik.
Ketua GIPS Ade Sudrajat menyatakan audit mendesak dilakukan dari tingkat teknis hingga pengambil kebijakan. Pembenahan harus menyasar jajaran direksi, dewan pengawas, pejabat struktural RSUD dr. Slamet, hingga jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
“Jajaran direksi, pengawas, para pejabat di RSUD dr. Slamet, maupun Dinas Kesehatan harus dievaluasi secara total. Bukan berarti kami langsung menyatakan mereka bersalah, tetapi seluruh sistemnya harus diperiksa,” kata Ade.
Ade menyebut investigasi objektif wajib menelusuri kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), respons penanganan kegawatdaruratan, serta efektivitas mekanisme pengaduan. Ia mengkhawatirkan kasus Salsabila hanyalah fenomena gunung es dari beragam persoalan layanan kesehatan masyarakat yang selama ini tertutup rapat.
“Jangan sampai ini baru permulaan dari temuan. Jangan-jangan ada persoalan lain yang selama ini belum terungkap atau belum disampaikan masyarakat. Itu yang harus diperiksa dan dibuktikan,” ujar Ade.
























