“Jadilah relawan yang berbasis data dan berbasis ilmiah. Insyaallah, teman-teman relawan akan menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ujar Herman.
Menurut dia, kesiapan relawan bukan hanya soal kemampuan menyelamatkan orang lain. Keselamatan diri sendiri juga harus menjadi perhatian. Seorang relawan harus mengetahui batas kemampuan, memahami risiko lokasi, dan bekerja berdasarkan prosedur yang tepat.
453 Peserta Ikuti Jambore
Ketua Pelaksana Jambore Relawan Kebencanaan 2026, Dede Koswara, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 453 peserta. Mereka terdiri atas pelajar SMA dan SMK, komunitas kebencanaan dari berbagai daerah di Jawa Barat, serta perwakilan dari Palembang.
Jika digabung dengan tim pendamping, jumlah orang yang terlibat mencapai sekitar 550 orang.
Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan untuk meningkatkan kemampuan menghadapi situasi darurat. Materinya mencakup kerelawanan, search and rescue (SAR), simulasi lapangan, pengelolaan logistik, hingga konservasi lingkungan.
Dede mengatakan jambore tidak hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan teknis. Pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi ruang membangun komunikasi dan kerja sama antarkomunitas relawan.


















