“Kami berharap Jambore ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas dalam membangun relawan yang tangguh, terampil, solid, serta siap membantu masyarakat,” tutur Dede.
Kebutuhan terhadap relawan yang terlatih menjadi semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas penanganan bencana. Relawan kerap menjadi salah satu unsur yang bergerak paling awal ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Namun, kecepatan bergerak harus diimbangi kemampuan membaca risiko. Semangat kemanusiaan, tanpa pengetahuan yang cukup, dapat berubah menjadi persoalan baru.
Jambore Relawan Kebencanaan 2026 mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui pelatihan, simulasi, dan pertukaran pengalaman. Targetnya bukan sekadar memperbanyak jumlah relawan, melainkan membangun relawan yang mampu bekerja secara aman, terukur, dan berbasis pengetahuan. (Yan AS)


















