Karier politik Yudha memang tidak hanya dibangun dari kursi legislatif. Pada Pilkada Garut 2024, PDI Perjuangan memberikan surat tugas kepadanya untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati. Penugasan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan politiknya di Garut.
Pada Pemilu 2024, Yudha kembali masuk dalam daftar calon tetap anggota DPRD Garut dari daerah pemilihan Garut 1. Ia kemudian melanjutkan aktivitasnya sebagai anggota parlemen dengan membawa isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat.
Yudha pernah menyampaikan bahwa memperbaiki Garut tidak harus dilakukan dengan menjadi kepala daerah. Pandangan itu menempatkan politik bukan semata soal perebutan jabatan, melainkan juga tentang ruang untuk mempengaruhi kebijakan.
Jejak Yudha di Garut akhirnya membentuk gambaran seorang politisi yang bergerak di beberapa medan sekaligus: partai, parlemen, kegiatan sosial, kebudayaan, hingga kritik terhadap kebijakan dan praktik politik lokal.
Di tengah dinamika tersebut, isu kesejahteraan warga tetap menjadi salah satu tema yang paling konsisten dibawanya. Namun politik lokal tidak hanya berisi kerja pelayanan. Ada pula perdebatan, kritik dan konsekuensi etik yang harus dihadapi ketika seorang legislator memilih bersuara keras. (Ade CS Kartos)





















