“Saat saya bangun, posisi kapal sudah miring. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengenakan baju pelampung dan melompat ke laut,” ujar Riyanda, dikutip dari Antara.
Lompatan itu membuat tubuhnya sempat menghantam lambung kapal. Dahinya terluka. Namun Riyanda tidak berhenti. Ia harus segera menjauh dari kapal dan bertahan di tengah laut.
Malam semakin gelap. Ombak mengguncang tubuhnya. Selama hampir satu jam, Riyanda terombang-ambing dan beberapa kali tertelan air laut yang menghantam wajahnya.
Di tengah kondisi tersebut, ia meraih selembar triplek. Benda sederhana itu menjadi tumpuan agar tubuhnya tetap mengapung.
Tak lama kemudian Riyanda menemukan sekoci kapal Virgo Transport 8 yang terlepas di laut. Ia berhasil mencapai sekoci tersebut. Tiga penumpang lain yang juga selamat kemudian berada di sekoci itu.
Mereka masih harus menunggu pertolongan.
Harapan datang ketika MV Haida melintas di sekitar lokasi kejadian. Kapal tersebut mengevakuasi Riyanda bersama 69 penumpang lainnya.





















