ARUSJABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan dua opsi kepada PT Jui Shin untuk mengatasi kerusakan Jalan Badami-Loji, Karawang, yang selama ini dilintasi truk pengangkut semen perusahaan. Salah satu opsi mewajibkan perusahaan membangun jalan khusus bagi armada industrinya.
Opsi tersebut disampaikan Dedi setelah kerusakan Jalan Badami-Loji memicu demonstrasi warga pada Selasa, 15 September 2026. Jalan itu merupakan akses utama masyarakat sekaligus jalur yang digunakan truk berkapasitas besar menuju fasilitas industri PT Jui Shin di Kabupaten Bekasi.

Dedi menyebut opsi pertama adalah membangun lintasan khusus untuk kendaraan pengangkut semen. Dengan demikian, armada perusahaan tidak lagi menggunakan jalan umum yang juga menjadi akses mobilitas warga.
Opsi kedua berupa pembangunan jalan berstandar nasional yang dikerjakan melalui kolaborasi PT Jui Shin dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam skema tersebut, Pemprov Jabar juga merencanakan pembangunan jembatan khusus yang diperuntukkan bagi kendaraan industri.
Menurut Dedi, persoalan Jalan Badami-Loji bukan semata-mata soal perbaikan infrastruktur. Pemerintah provinsi disebut telah berulang kali mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun, kerusakan kembali terjadi akibat tingginya beban kendaraan industri yang melintas.
“Uang akan dialirkan ratusan miliar setiap tahun hanya untuk mengurusi jalan yang dilewati PT Jui Shin,” kata Dedi saat berdiskusi dengan manajemen PT Jui Shin di Kabupaten Bekasi, Rabu, 16 September 2026.
Dedi menilai penggunaan APBD secara berulang untuk memperbaiki jalan yang kembali rusak akibat aktivitas industri bukan solusi jangka panjang. Menurut dia, biaya pemeliharaan infrastruktur publik seharusnya tidak terus terbebankan kepada pemerintah daerah ketika kerusakan berkaitan dengan kegiatan industri berskala besar.
Karena itu, kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan kepada PT Jui Shin. Dedi mengatakan pemerintah provinsi akan menerapkan langkah serupa kepada seluruh perusahaan semen yang menggunakan jalan provinsi di Jawa Barat.
“Saya akan surati seluruh perusahaan semen yang melewati jalan provinsi. Jangan bangun industri tidak disiapkan infrastrukturnya,” ujar Dedi.
Ke depan, Pemprov Jabar akan meminta perusahaan semen memiliki lintasan sendiri untuk kendaraan industrinya. Penggunaan jalan umum oleh armada dengan beban berat akan dihentikan sebagai bagian dari upaya menjaga umur layanan infrastruktur sekaligus melindungi mobilitas masyarakat. (Yan AS)















