Berangkat dari Surabaya, Hilang Kontak di Laut Jawa
KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang. Kapal menghadapi cuaca buruk sebelum dilaporkan hilang kontak pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA.
Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo.
Sejak saat itu, operasi pencarian berlangsung dengan melibatkan kapal-kapal SAR, penyelam dan dukungan udara. Bangkai kapal menjadi salah satu titik penting pencarian karena sebagian korban masih diduga berada di dalam atau di sekitar kapal.
Di tengah operasi pencarian, pemerintah juga mulai menangani hak korban dan keluarga. Kementerian Perhubungan menyatakan proses identifikasi, pemulangan jenazah, dan santunan terus dikawal.
Pelaksana tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Triono mengatakan pemerintah memastikan hak korban dipenuhi sesuai ketentuan.
Tiga korban yang telah teridentifikasi adalah Surya, Muhammad Abdianoor, dan Yuli. Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga setelah proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Ahli waris Surya menerima total santunan Rp70 juta, terdiri atas Rp50 juta dari PT Jasa Raharja dan Rp20 juta dari PT Jasa Raharja Putera. Adapun ahli waris Muhammad Abdianoor dan Yuli belum melapor untuk proses penyaluran santunan. Masing-masing korban telah memperoleh biaya penguburan Rp6 juta.
“Untuk ahli waris yang sudah melapor, proses santunan dapat segera dilakukan, sedangkan untuk korban yang ahli warisnya belum melapor, kami tetap mengawal agar prosesnya dapat dilanjutkan sesuai dengan ketentuan,” ujar Triono.
Operasi di Masalembo pun belum berakhir. Sebanyak 125 orang masih belum ditemukan. Tim SAR tetap menyisir laut dan menurunkan penyelam ke bangkai kapal, sementara dukungan udara diarahkan untuk memperluas jangkauan pencarian. ***




















