Tim penguji dari Baznas Pusat dijadwalkan turun langsung ke Garut untuk mengevaluasi seluruh peserta yang telah lolos tahapan sebelumnya. Kesepuluh kandidat tersebut merupakan representasi dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang bernaung di bawah MUI Garut.
Amin Muhyiddin menekankan bahwa proses seleksi ini mengedepankan asas profesionalisme dan kesetaraan antar-ormas Islam. Ia menjamin tidak ada keistimewaan bagi kelompok tertentu dalam penetapan pimpinan Baznas periode mendatang.
“Pada prinsipnya, kita tidak melihat dari organisasi mana atau organisasi mana. Yang jelas, seluruh perwakilan ormas Islam ada di MUI, baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, PUI, maupun organisasi lainnya,” kata Amin.
Dari 10 nama yang diuji, Baznas Pusat bersama tim seleksi akan menyaring lima figur terbaik untuk menduduki kursi pimpinan Baznas Garut. Meski komposisi keterwakilan ormas masuk dalam hitungan pembahasan, hasil wawancara dan rekam jejak kompetensi tetap menjadi penentu utama.
Pengumuman lima pimpinan terpilih belum dipastikan rilis pada hari yang sama dengan wawancara. Tim seleksi masih membutuhkan waktu untuk mengolah nilai dan merampungkan penetapan resmi. MUI Garut berharap kepengurusan baru kelak mampu mengelola dana zakat secara transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan warga Garut. (Yuyus)






















