Menu ✖

Otomatis

Berita

Sekda Jabar Ingatkan Relawan Bencana: Jangan Sampai Niat Menolong, Malah Harus Ditolong

badge-check

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, secara simbolis menyematkan syal kepada perwakilan peserta pada pembukaan Jambore Relawan Kebencanaan Tahun 2026 di Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/9/2026). Perbesar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, secara simbolis menyematkan syal kepada perwakilan peserta pada pembukaan Jambore Relawan Kebencanaan Tahun 2026 di Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/9/2026).

ARUSJABAR.COM — Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengingatkan relawan kebencanaan agar tidak turun ke lokasi bencana hanya bermodal keberanian dan semangat menolong. Tanpa pengetahuan, keterampilan teknis, serta pengalaman yang memadai, relawan justru berpotensi menjadi korban dan menambah persoalan di lapangan.

“Jangan sampai niatnya menolong, tetapi di lapangan justru relawan yang harus ditolong,” kata Herman saat membuka Jambore Relawan Kebencanaan 2026 di Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu, 12 September 2026.

Herman mengatakan medan kebencanaan memiliki risiko yang tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, relawan dituntut mampu membaca situasi sebelum mengambil tindakan. Deteksi potensi bahaya dan pelaporan dini, menurut dia, menjadi bagian penting dari tugas kerelawanan.

Pesan itu disampaikan ketika ratusan relawan, pelajar, dan komunitas kebencanaan berkumpul dalam Jambore Relawan Kebencanaan 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 11–13 September tersebut menjadi ajang peningkatan kapasitas sekaligus memperkuat jaringan relawan di Jawa Barat.

Herman meminta relawan menggunakan pendekatan berbasis data dan ilmu pengetahuan. Ia menyebut kondisi kebencanaan saat ini semakin dinamis dan dapat dipahami melalui konsep VUCA—volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity.

Situasi yang serba berubah itu, kata Herman, harus dijawab dengan kemampuan vision, understanding, clarity, dan agility. Artinya, relawan perlu memiliki visi, pemahaman terhadap situasi, kejelasan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Awas Cuaca Ekstrem Terjang Jabar Selatan hingga 30 Oktober, Garut dan Tasikmalaya Siaga Longsor

28 Okt 2026 - 01:34 WIB

Awas Cuaca Ekstrem Terjang Jabar Selatan hingga 30 Oktober, Garut dan Tasikmalaya Siaga Longsor

​Tanpa Utang di Tengah Pailit Transfer Pusat, Langkah Nekat Pemprov Jabar dalam RAPBD 2027

27 Okt 2026 - 22:36 WIB

​Tanpa Utang di Tengah Pailit Transfer Pusat, Langkah Nekat Pemprov Jabar dalam RAPBD 2027

Dilema Rutilahu Jawa Barat: Garut Pemegang Rekor Pengajuan, Ribuan Usulan Gugur Verifikasi ​

27 Okt 2026 - 09:06 WIB

Dilema Rutilahu Jawa Barat: Garut Pemegang Rekor Pengajuan, Ribuan Usulan Gugur Verifikasi ​

Operasi Patuh Lodaya 2026: Polda Jabar Terjunkan 2.000 Personel, Incar Kesadaran Pengendara

26 Okt 2026 - 12:04 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026: Polda Jabar Terjunkan 2.000 Personel, Incar Kesadaran Pengendara

Darurat Sampah Bandung Raya, 3.000 Mahasiswa Telkom University Diterjunkan ​

25 Okt 2026 - 03:33 WIB

Darurat Sampah Bandung Raya, 3.000 Mahasiswa Telkom University Diterjunkan ​
Trending di Berita