ARUSJABAR.COM — Nama Yudha Puja Turnawan cukup lama muncul dalam dinamika politik Kabupaten Garut. Politikus PDI Perjuangan itu bukan hanya duduk sebagai anggota DPRD Garut. Ia pernah memimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, mendapat penugasan maju sebagai bakal calon wakil bupati pada Pilkada Garut 2024, hingga terlibat dalam sejumlah isu sosial yang menyentuh kehidupan warga.
Di parlemen, Yudha dikenal cukup aktif menyuarakan persoalan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang belakangan mendapat perhatiannya adalah akurasi data penerima bantuan sosial. Ia menilai persoalan data dapat berujung pada salah sasaran ketika pemerintah menyalurkan program bantuan.
Sorotan itu disampaikan Yudha dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Garut bersama Dinas Sosial dan Bappeda pada Februari 2026. Ia mempertanyakan mekanisme pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya perubahan desil yang menjadi salah satu basis penentuan penerima bantuan.
“Dalam konteks mekanisme perbaikan data, DTSEN ini justru mengalami kemunduran,” ujar Yudha.
Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Yudha pada persoalan yang berada di balik angka kemiskinan: siapa yang sebenarnya berhak menerima bantuan. Bagi pemerintah daerah, akurasi data menjadi penting karena kesalahan klasifikasi dapat membuat warga yang membutuhkan justru tersisih.
Aktivitas Yudha tidak hanya berlangsung di ruang rapat DPRD. Sejumlah kegiatannya bersentuhan langsung dengan kelompok masyarakat rentan. Pada Ramadan 2025, misalnya, ia mengunjungi sejumlah warga miskin, lansia dhuafa, pemulung dan pengemudi becak di berbagai wilayah Garut.





















