Menu ✖

Otomatis

Nasional

Rapor Dapur Prabowo Subianto: Rp153 Triliun Mengalir, 1.200 Dapur MBG Didepak

badge-check

ILUSTRASI -- MBG. Perbesar

ILUSTRASI -- MBG.

ARUSJABAR.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karpet merah prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, sudah menguras anggaran Rp153,2 triliun hingga akhir September 2026. Dengan angka raksasa ini, program flagship pemerintah mencatat angka cakupan 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh pelosok negeri.

​Menteri Keuangan Suahasil Nazara membeberkan realisasi anggaran jumbo tersebut sembari menyoroti sapu bersih tata kelola yang sedang digencarkan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut dia, pengawasan ketat dan pembersihan dapur penyedia menjadi syarat mutlak agar proyek ambisius ini tak melenceng dari standar keselamatan pangan.

​“Khusus Makan Bergizi Gratis, menjangkau 57 juta penerima per akhir September. Realisasi anggaran Rp153,2 triliun, kami mengapresiasi berbagai macam perbaikan yang telah dijalankan oleh BGN sehingga sekarang lebih tertib, pakai sertifikat, ada SPPG yang enggak bener ditutup,” ujar Suahasil.

​Dapur Tak Layak Ditutup

​Langkah radikal diisolasi BGN demi menggaransi mutu masakan. Lembaga ini mewajibkan seluruh unit dapur SPPG mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hasilnya, BGN tanpa kompromi menutup dan menghentikan izin operasi 1.276 SPPG yang terbukti membandel dan gagal memenuhi standar kelayakan kebersihan tersebut.

​Penutupan ribuan dapur bermasalah ini berjalan sejajar dengan pembenahan data penerima bantuan. BGN mendesain ulang skema pemetaan guna memastikan setiap porsi makanan mendarat presisi di tangan mereka yang berhak, memangkas potensi kebocoran sasaran yang rentan terjadi di lapangan.

​Penetrasi Jalur Merah 3T

​Di luar sapu bersih dapur bermasalah, pemerintah memacu ekspansi ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). BGN menambah 480 SPPG baru untuk menembus isolasi geografis, yang terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG khusus di kawasan terpencil.

​Seluruh infrastruktur pasokan gizi baru tersebut diproyeksikan mulai mengepul dan menyalurkan makanan secara serentak pada akhir Oktober 2026. Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembenahan manajemen serta pendaanaan penuh terhadap langkah-langkah penertiban yang dilakukan BGN. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemerintah Kucurkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Nataru 2026

22 Okt 2026 - 07:08 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Nataru 2026

Awal Musim Hujan Mundur, BMKG Peringatkan Potensi Anomali Cuaca Ekstrem

15 Okt 2026 - 02:18 WIB

Awal Musim Hujan Mundur, BMKG Peringatkan Potensi Anomali Cuaca Ekstrem

Siaga 98 Desak DPR Cermati Pertimbangan MK Soal Ijazah Gibran Rakabuming Raka

10 Okt 2026 - 21:31 WIB

Siaga 98 Desak DPR Cermati Pertimbangan MK Soal Ijazah Gibran Rakabuming Raka

9 Juta Akun Anak Disapu TikTok, Mengapa Meta Mesti Didorong Lebih Keras? ​

8 Okt 2026 - 23:27 WIB

9 Juta Akun Anak Disapu TikTok, Mengapa Meta Mesti Didorong Lebih Keras? ​

Musim Hujan 2026 Lambat Tiba, BMKG Peringatkan Risiko “Ekor” Bencana di Akhir Tahun

26 Sep 2026 - 11:22 WIB

Musim Hujan 2026 Lambat Tiba, BMKG Peringatkan Risiko “Ekor” Bencana di Akhir Tahun
Trending di Nasional