Formatur akan memilih kepengurusan di tingkat kecamatan. Setelah ketua PAC terpilih, proses dilanjutkan dengan pemilihan ketua ranting di tingkat desa.
Ayi menegaskan DPC PPP Garut tidak akan mencampuri proses teknis pemilihan di tingkat PAC. Ia menyebut mekanisme tersebut sebagai bentuk pemberian ruang kemandirian kepada struktur partai di tingkat bawah.
“Kami bersepakat bahwa PAC diberikan kebebasan dan kemandirian. PAC independen, kami tidak masuk ke dalam tataran teknis. Siapapun yang menjadi ketua maupun sekretaris, itu merupakan bagian dari kepengurusan DPC, bukan milik personal,” katanya.
Selain konsolidasi internal, PPP Garut mulai menyiapkan target politik menghadapi pemilu mendatang. Partai tersebut menargetkan penambahan kursi di setiap dapil.
Namun, Ayi mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian regulasi mengenai pelaksanaan pemilu berikutnya. Termasuk kepastian apakah pemilu berlangsung pada 2029 atau mengalami perubahan jadwal menjadi 2031.
“Kita mempunyai target menambah kursi di dapil masing-masing. Tetapi kita masih menunggu regulasi. Yang pasti, di setiap perhelatan demokrasi kita ingin memenangkan semuanya,” ujar Ayi.





















