ARUSJABAR.COM — Riuh sorak penonton dan ketukan kendang mengiringi laga Grand Final Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Liga Garut 2026 di Pamidangan Lembah Gunung Guntur Anugrah, Tarogong Kaler, Sabtu, 12 September 2026. Arena pertunjukan budaya ini tak sekadar menjadi wadah pamer tanduk dan ketangkasan, melainkan gelanggang transaksi bernilai fantastis yang melipatgandakan nilai ekonomi ternak hingga Rp400 juta per ekor.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa perawatan domba Garut yang berorientasi pada nilai estetika dan ketangkasan memberi dampak langsung pada kesejahteraan peternak, melampaui komoditas daging biasa.
”Kalau domba hanya dijual dagingnya saja, harganya tidak akan mahal. Tapi kalau dipelihara dengan baik, dengan kasih sayang, harganya akan jadi bagus,” kata Syakur di lokasi acara.
Pemerintah Kabupaten Garut berencana menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan guna mengemas tradisi ini menjadi pemantik ekonomi berbasis pariwisata yang lebih luas.
Saringan 9 Putaran Liga
Puncak gelaran ini merupakan muara dari pertarungan panjang yang melintasi delapan pamidangan di Jawa Barat. Sekretaris Jenderal DPC Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Garut, Asep Rahwanto, merinci sebanyak 461 ekor domba bertanding di kategori ketangkasan terbuka.
Kelas A: 143 ekor
Kelas B: 143 ekor
Kelas C: 175 ekor























