Adaptasi dengan masyarakat juga berlangsung relatif cepat. Fayyadh menilai keterbukaan warga menjadi modal penting dalam menjalankan pekerjaan sebagai petugas lapangan. Interaksi dengan petani tidak hanya berupa penyampaian informasi, tetapi juga diskusi mengenai kondisi tanaman dan persoalan yang mereka hadapi.
“Saya bersyukur karena masyarakat Talegong cukup open minded. Mereka mau mendengar, berdiskusi, bahkan memberikan masukan,” katanya.
Pekerjaan Fayyadh memperlihatkan sisi lain profesi ASN. Ia tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi turun langsung ke wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Pengetahuan tentang tanaman yang diperolehnya di kampus digunakan untuk membaca persoalan di lahan pertanian.
Di Talegong, pekerjaannya bermula dari pengamatan sederhana: melihat kondisi tanaman, mengenali gejala serangan, kemudian menentukan langkah pengendalian. Namun keputusan di lapangan itu dapat berpengaruh terhadap produktivitas dan potensi kerugian petani.
Dari Ujungberung ke Talegong, Fayyadh memilih menguji pengetahuan akademiknya di tengah persoalan pertanian. Ia bekerja di antara tanaman dan petani, pada titik ketika gangguan yang terlihat kecil bisa berubah menjadi ancaman terhadap hasil panen. ***





















